Perempuan Pertama

Baiklah kita khayalkan bahwa perempuan itu ada dan ular itu ada dan taman di Eden itu ada. Dan seperti Tuhan, kita mulai meletakkan segala sesuatu pada tempatnya: (1)sebutir matahari untuk menandai timur  (2)sebatang sungai bercabang empat; Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat (3)beberapa pepohonan yang baik untuk dimakan buahnya (4)beberapa ekor burung, sepasang rusa, sepasang babi, […]

Matahari

1. Di pohon-pohon yang berbuah air mata, Ia menangis. Bagaimana kita tahu bahwa Tuhan bukanlah matahari? Kita takkan pernah tahu, katamu akhirnya, setelah diam selama lima belas menit penuh. Karenanya kita akan terus mencari. Aku tak mengerti. Kamu, sama seperti para filsuf yang sering kubaca di buku-bukumu, selalu mengucapkan teka-teki – hal-hal yang mengundang, juga […]

Kupu-kupu

Di langit kadang kau temukan keanehan. Selarik putih yang bukan awan, bukan sinar. Seperti garis lintas, yang tak jelas ujung dan asalnya. Ada dan hilang. Bergetar sayu dari jauh, dan mendekat – hingga aku bisa melihat – berjuta kepak sayap kecil. Berkerumun. Berpencar. Lalu luruh seperti keping-keping salju. Berapa banyakkah kupu-kupu di negeri ini? ____ […]

Kereta Tidur

Titik didih tak bergeser ke mana-mana. Suara itu hanya menandai pagi yang terlalu dini. Jejak uap air tertera di jendela dapur yang dingin – berderet, seperti catatan-catatan kecil pada kaki halaman. Lampu di bawah kabinet bergetar lembut dengan dengung yang sayup. Di luar sana, hari masih gelap sehingga muka lelaki itu terpantul jelas di kaca. […]

Pagi di Taman

Kedua laki-laki tua itu duduk di bangku taman, bersisian seperti buku di rak yang reot. Angin mengusik rambut mereka yang abu-abu. Selembar koran bekas yang melayang-layang di atas rumput akhirnya mendarat di ujung sepatu mereka yang bundar. Tak satu pun peduli untuk menyingkirkannya. Keduanya masih mengenakan overcoat yang menenggelamkan tubuh. Matahari memang belum hangat. Musim […]

Bedah Buku: TEGANG BENTANG – Seratus Tahun Perspektif Arsitektural Indonesia

Sebuah Catatan Bedah buku kali ini lain dari yang lain: jumlah penulis/kontributor lebih banyak dari pembahas. Tiga (bapak-bapak) “melawan” satu (perempuan muda). Penghadiran 3 penulis dalam acara yang diprakarsai oleh Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) dan Jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan ini bisa dipahami, mungkin, karena Tegang Bentang adalah karya keroyokan dari 17 penulis. Meskipun Suryono […]

Cerita Tentang Orang-orang di Awan

Dari  foto-foto Idham Rahmanarto Orang-orang Yang Sendiri Kali ini dia mengenakan hutan dan menyematkan sungai di saku celana. Kali lain dia mengumpulkan hujan dan menyelimuti bahu dengan burung-burung di udara. “Hari apa hari ini?” Di jendela telah ia runutkan waktu – sedari hulu. Ia berharap jam pasir akan mengembalikan biru dari jingga dan melontarkannya ke […]