Buku Harian

Selalu ada langit tak berwarna dan perempuan yang menulis di bawah langit seperti itu.    15 Desember Lampu kristal itu menggantung tidak di tengah ruang. Cahayanya ragu. Di seberang meja,  tanganmu yang  pucat langsat memberi kode agar tirai-tirai dibuka. Aku beranjak, tapi kamu berbisik, “Tidak sekarang.” Di luar, jalan-jalan bercabang seperti argumen yang membosankan. Sesekali […]

Cerita Tentang Orang-orang di Awan

Dari  foto-foto Idham Rahmanarto Orang-orang Yang Sendiri Kali ini dia mengenakan hutan dan menyematkan sungai di saku celana. Kali lain dia mengumpulkan hujan dan menyelimuti bahu dengan burung-burung di udara. “Hari apa hari ini?” Di jendela telah ia runutkan waktu – sedari hulu. Ia berharap jam pasir akan mengembalikan biru dari jingga dan melontarkannya ke […]

Menit

Di kotak telepon, cahaya membiru seperti memar. Di dering ketiga, kita sama-sama tahu – huruf-huruf setebal kitab itu tak akan bersahabat. Cuma nama-nama yang tak kita kenal. Dan siklus yang tak putus dari perpisahan, hujan, musim panas dan insomnia. Suatu hari seseorang menunjuk arloji di tangannya dan berkata, ia akan mengingatku di menit itu  selamanya. […]

Satu Matahari

Di batas itu, aku memilih menjadi buta. Kenapa? Tanyamu. Setahun yang lalu aku telah melihat sesuatu yang tak seharusnya kulihat. Mereka bilang: matahari. Mataku menangkap: dia. Tubuhku seketika mengerang oleh cahaya yang terlalu terang.  Dan terlalu gelap. Lalu dia bergantian mendenyutkan ingin yang akut – seperti desah dalam lipatan daging. Terang – gelap – terang […]

9000 KM

Suara pintu terbuka. Seorang perempuan. Di sini sebuah jeruk terbelah dua – separuh untuknya, separuh untukku. Lalu seorang lelaki berkata, “Aku telah menempuh 9000 KM untuk memberikan ini padamu.” Jeruk itu menengadah, seolah lupa. Perempuan itu mengelupas jarak dan membuangnya ke lantai. Di lantai, merah jadi latar dan sepasang sepatu. “Apakah dia baik-baik saja?” Tak […]

Buku Tentang Ruang

“Aku membuka mata dan tak melihat apa-apa.” – dari film Russian Ark. 1. Aku telah melihat segalanya: Salju dan abu. Roda kereta dan kuda. Orang-orang yang bergegas menembus dingin yang menggumpal. Lalu ambang membentang ruang, jendela memaparkan waktu. Sosok asing itu segera bertanya, “Kota apa ini? Kemana kita harus pergi?” Tapi kita belum boleh tahu. […]